BAB
I
PEMBAHASAN
A.
KESERUPAAN
Matriks adalah
sebuah operator linear.
|
Bukti. Untuk membuktikan teorema ini,maka akan memudahkan
untuk menjelaskan hubungan
kita dapat menulisnya dalam bentuk gambar
|
|
|
Untuk
meihat bagaimana matriks A dihubungkan dengan A’,maka misalkan P adalah matriks
transisi dari basis B’ ke B, sehingga
adalah matriks transisi dari B ke B’. Jadi,
dan
yang dapat tuliskan sebagai
|
|
Untuk mendapatkannya,maka hubungan
(5.21) dan (5.22) dapat dikaitkan bersama-sama dalam sebuah gambar sebagai
berikut :
|
|
|
Gambar ini melukiskan bahwa ada dua cara untuk mendapatkan
matriks
dari matriks
. Kita dapat mengambil jalan bawah
menyeberang gambar,yakni
Atau kita dapat menaiki sisi kiri,menyeberang atas,dan
menuruni sisi kanan,yakni
Jelaslah dari (5.23) dan (5.24) bahwa
Untuk semua x pada V. Jelaslah dari (5.25) dan bagian (b) dari
latihan 11 bahwa
Ini membuktikan teorema 8
Bila anda menerapkan
teorema 8. Maka hal yang mudah bagi anda untuk mengingat apakah p adalah
matriks transisi dari B ke B´ (tekbetul) atau dari B´ ke B (betul).Mungkin akan
menolong bila kita namakan B sebagai basis lama, B´ basis baru, A matriks lama,
dan A´ matriks baru, karena P adalah matriks transisi dari B´ ke B,maka
adalah matriks transisi dari B ke B´.
Jadi (5.20) dapat dinyatakan sebagai :
Matriks baru =
(matriks lama)P
Dimana P adalah matriks transisi dari basis baru ke
basis lama.
Untuk
lebih menotasikan cara tersebut agar mengingat rumus ini,kita dapat
menggambarkan notasi
dan
yang diperkenalkan pada bagian akhir. Dengan
notasi ini (5.20) dapat dinyatakan sebagai
:
Contoh
1
Misalkan T:
didefenisikan oleh
T
= 
Carilah
matriks baku untuk T, yakni matriks T relatif terhadap basis B={
,
}, dimana
Dan kemudian
gunakanlah teorema 8 untuk mentransformasikan matriks ini ke dalam matriks T relatif terhadap basis B´
= {
,
}, dimana
Pemecahan. Dalam bagian (a) dari contoh 33,kita
cari matriks T relatif terhadap basis
baku B menjadi
Selanjutnya
kita memerlukan matriks transisi dari B´ ke B. Untuk matriks
transisi ini kita memerlukan matriks koordinat untuk vektor-vektor basis B´
yang relatif terhadap basis B. Dengan pemeriksaan,
Sehingga
Jadi,matriks transisi dari B’ ke B adalah
Anda dapat memeriksa bahwa
Hal ini sesuai dengan hasil yang diperoleh dalam bagian (b)
dari contoh 33.
Contoh
ini melukiskan bahwa basis baku untuk ruang vektor tidak perlu menghasilkan
matriks yang paling sederhana untuk sebuah operator linear;kita lihat bahwa
matriks baku adalah
Relatif
terhadap basis B’. Matriks (5.26) adalah sebuah contoh matriks diagonal;yakni
matriks kuadrat yang sama entri takdiagonalnya sama dengan nol. Matriks
diagonal mempunyai banyak sifat yang diinginkan. Misalnya,pangkat ke-K dari
matriks diagonal
0 d2 ... 0 adalah
=
0 d2k
0
0 0
dn
0 0
dnk
Jadi,untuk
menaikkan matriks diagonal hingga pangkat ke-K,maka kita hanya perlu menaikkan
setiap entri diagonal sampai pangkat ke-K. Untuk matriks takdiagonal maka lebih
banyak lagi perhitungan yang terlibat untuk mendapatkan pangkat ke-K. Matriks
diagonal juga mempunyai sifat lain yang berguna.
Pada bab selanjutnya kita bahas
permasalahan untuk mencari basis yang menghasilkan matriks diagonal untuk
operator linear.
|
Perhatikan bahwa persamaan
dapat dituliskan kembali sebagai
Dengan memisalkan 
Yang
mengatakan bahwa A serupa dengan B. Maka,B serupa dengan A jika dan hanya jika
A serupa dengan B; akibatnya, kita biasanya akan mengatakan saja bahwa A dan B
serupa.
Dalam
terminologi ini, Teorema 8 membuktikan bahwa dua matriks yang diberikan sama dengan operator linear
yang bertalian dengan basis yang berlainan
adalah serupaan.
Contoh
2
Misalkan T:
didefenisikan oleh
T
= 
Tentukan
det(T).
Penyelesaian.
Kita
dapat memilih basis sebarang B dan menghitung
. Jika kita memilih basis standar,
maka dari contoh 1diperoleh
Apabila kita
memilih basis B´ = {
,
}, yang diberikan pada contoh 1 maka kita akan
memperoleh
Contoh 3:
Tentukan
matriks untuk T berkenaan dengan B, dan gunakan Teorema 8.5.2. untuk
menghitung matriks untuk T berkenaan
dengan B’.
T: R2→R2
didefinisikan oleh
T
B =
dan B’
=
dimana
Penyelesaian:
a.
=
= 
[T]B
= 
b.
Langkah 1: Menentukan matriks transisi
Langkah
2: Menentukan 
2
Langkah
3: Substitusikan kedalam Teorema 8.5.2
[T]B’
=
. [T]B. P
[T]B’
= 

[T]B’
= 

[T]B’
= 

[T]B’
= 

B.
PEMBAHASAN SOAL KELOMPOK 1 DAN 2
a. Kelompok 1
Soal
Perhatikan basis
untuk
, dimana
,
, dan
. Misalkan
adalah transformasi linear sedemikian rupa
sehingga
Tentukan
sebuah rumus untuk
dan gunakan rumus tersebut untuk menentukan
.
Penyelesaian:
Pertama-tama
kita menyatakan
sebagai sebuah kombinasi linear
,
, dan
. Jika ditulis
Maka
dengan menyusun persamaan dari komponen-komponen yang bersesuaian, maka akan
diperoleh
Yang aka
menghasilkan
,
,
, sehingga
Dengan
demikian,
Dari rumus ini kita memperoleh
b.
Kelompok 2
Contoh 1 :
Misalkan
adalah operator linear yang
didefenisikan oleh
Dan
adalah sebuah basis sedemikian rupa sehingga
Tentukan 
Penyelesaian :
Karena B adalah basis baku untuk
bahwa
adalah matriks baku untuk T.
T(
) =
T
(
) =
Maka
= 
Contoh 2 :
Misalkan
T : P2
P2 adalah operaor linear yang
didefinisikan oleh
T
=
. Tentukan
matriks untuk T berkenaan dengan basis standar B ={ 1,x,x2} untuk P2.
Penyelesaian
:
Dari
rumus T.
T(1)
= 1, T(x) = x – 1, T(x2) = ( x -1 )2 = x2
– 2x +1
Sehingga
[
T(1) ]B =
, [ T(x) ]B =
, [T(x2)]B = 
Dengan
demikian
[T]B
= 
